Home 커뮤니티 언론보도

언론보도

NHIFF 북한인권국제영화제

커뮤니티

Search

월간행사

게시글 검색
Korsel perlihatkan pelanggaran HAM di Korut lewat film dokumenter
NHIFF 조회수:248 112.222.200.171
2016-11-28 16:37:00

Korsel perlihatkan pelanggaran HAM di Korut lewat film dokumenter

Reporter : Ira Astiana
 
 
Dubes Korsel di NHIFF. ©2016 Merdeka.com
 

Merdeka.com - Kehidupan Korea Utara yang tertutup membuat siapa saja penasaran. Belum lagi media internasional menyebut kepemimpinan Kim Jong-un kerap melanggar hak asasi manusia. Lantaran hal tersebut, Korut banyak dikecam berbagai negara di dunia, termasuk lembaga organisasi HAM Internasional.

 

Meski demikian, Korea Selatan menganggap Korut bukanlah negara asing. Keduanya masih terikat dalam suatu wilayah.

 

"Bagi kami, Korea Utara bukanlah negara asing. Tapi masih seperti saudara yang merasakan rasa sakit yang sama. Namun sayangnya, kebijakan Korut selalu melanggar hak asasi manusia penduduknya," kata Duta Besar Korea untuk Indonesia, Cho Tai-young di Ice Palace, Lotte Shopping Avenue, Jakarta Selatan, Senin (28/11).

 

Menurut Cho, HAM merupakan hal dasar yang harus dimiliki oleh penduduk di suatu negara. Tanpa HAM, kehidupan seseorang tidak akan pernah bisa sejahtera.

 

"Jika kamu ditangkap lalu dijebloskan ke penjara, dan kamu tidak bisa membela diri karena tidak diberikan hak, padahal kamu tidak bersalah. Apa yang akan kamu lakukan? Karena itu HAM adalah hak dasar yang menjadi jaminan seseorang untuk memperoleh kebahagiaan," kata duta besar yang hafal berbagai lagu Indonesia ini.

 

Cho juga menyayangkan Korut tidak bisa menjadi negara yang dapat membahagiakan penduduknya. Oleh sebab itu, dia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk ikut bergerak membela HAM warga Korut yang selama ini terbelenggu.

 

"Apabila kita melihat seorang perempuan yang selalu dipukuli oleh suaminya setiap hari, apa kita akan diam saja? Tidak bukan? Oleh karena itu, mari kita bertindak dan bergerak untuk membela HAM penduduk Korut. Ini merupakan kewajiban kita bersama-sama," ajak Cho.

 

Dalam kesemptan yang sama, Cho juga sedikit menjelaskan situasi Korut saat ini melalui pemutaran film "Under the Sun". Film tersebut menggambarkan rakyat Korut bertahan di negara yang mengisolasi mereka dari dunia luar tanpa bisa berbuat banyak.

 

Acara Festival Film Internasional HAM Korea Utara (NHIFF) yang diselenggarakan di Lotte Avenue ini merupakan kerja sama antara Jaringan Demokrasi dan Hak Asasi Manusia Korea Selatan (NKnet) dengan Institut Penelitian Kebijakan dan Advokat (ELSAM). Acara tersebut berlangsung tiga hari dengan mengusung tema pelanggaran HAM di Korea Utara.

 

Tujuan utama dibuatnya festival film ini untuk membangkitkan kesadaran masyarakat terhadap pelanggaran HAM di Korut. NHIFF menilai, pemahaman akan situasi di Korut dapat lebih mudah dipahami melalui film.

 

Sejak pertama kali diadakan pada 2011, sejauh ini NHIFF telah memutarkan 80 film termasuk Korea Selatan, Kanada, Amerika Serikat, Prancis dan Jerman. Indonesia menjadi tuan rumah NHIFF tahun ini.

 

Selama tiga hari di Indonesia, NHIFF akan memutar film bertajuk "Under the Sun" di Ice Palace, Lotte Shopping Avenue, Senin (28/11). Selanjutnya, akan diputarkan pula film 'Madam B' di Universitas Padjadjaran, Bandung. Terakhir, film bertajuk "The Regular Hire", "I Love South Korea", dan "Aria" akan diputar di Jakarta Indonesia Korean School. [che]

 

댓글[0]

열기 닫기

하단 로고
  • 전체 : 0
  • 오늘 : 0